Search
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

January 2018
MonTueWedThuFriSatSun
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031    

Calendar Calendar

Keywords

komik  

Top posting users this week
Liu4d
 
Hobet808
 
vanny
 
claudia agnesia
 


Cerita Seks 2018 Janda Keturunan Chinese Yang Binal

View previous topic View next topic Go down

Cerita Seks 2018 Janda Keturunan Chinese Yang Binal

Post by claudia agnesia on Sat Jan 13, 2018 12:54 pm

"Cerita Seks 2018 Janda Keturunan Chinese Yang Binal"

Hey para pembaca, namaku Danang, usiaku saat ini 27 tahun dan masih singgle. Aku adalah seorang staaf disalah satu hotel berbintang diaerah kota “S”. Okey saat ini aku akan menceritakan tentang kisah sexku yang terbilang sangat cepat,nikmat, dan instan sekali layaknya mie instan.hhe. Oke langsung ke alur cerita saja. Kejadian ini berawal ketika aku sedang mencari tempat kos di kota “S”. Nampaknya untuk mencari kos di kota “S” itu sangatlah mudah didapat, tidak perlu sampai berhari-hari untuk mendapatkan kost.

Sampai pada akhirnya aku-pun mendapatkan tempat kost, dan aku mulai menempati kost-ku yang baru. Karena aku di Kost itu anak baru, maka aku mulai berkenalan dengan penghuni kost lainya, namun aku memulai dengan seorang wanita yang kamar kosnya tepat berada disampingku. Panggil saja nama wanita itu Olivia, ketika berkenalan denganku, umur Olivia sekitar 30.

Oh iya, di usianya yang tergolong masih muda itu, Olivia sudah menyandang status janda beranak satu dan dia adalah keturunan chinese. Singkat cerita perkenalanku dengan Olivia berlanjut dan hari-demi hari kamipun semakin dekat saja. Sampai pada hari itu, ketika aku baru selesai mandi sore, ketika aku keluar kamar aku melihat Olivia sedang duduk di kamarnya sembari menonton televisi.

Seperti yang kukatakan tadi, karena kamar kami berdekatan, hal ini memudahkanku untuk mengetahui apa yang dilakukanya pada setiap harinya. Pada saat itu keadaanku masih mengenakan handuk, aku iseng dengan menggoda Olivia. Dengan Expresi wajah yang terkejut, Olivia balik menggodaku, dan aku-pun semakin berani untuk menggoda Olivia.

Ketika itu diapun mengejarku karena aku menggodanya tadi. Pada saat Olivia mengejarku aku-pun berpura-pura untuk berusaha menghindar dan mencoba masuk ke kamarku. Tidak kusangka, sesampainya aku masuk kekamarku Olivia-pun berani masuk sampai kamarku, dan dia tidak menghentikan niatnya untuk mengejarku.

“ Danang… awas kamu yah… kalau sampai kena, aku perkosa kamu nanti biar tahu rasa… “, ucapnya sembari terus menangkapku.

“ Perkosa ??? coba aja kalau kamu berani… weeeekkk… “, ucapku menatang dengan penuh harapan bahwa dia akan benar-benar memperkosaku.

Saat itu aku berhenti berlari, dan aku mulai menatap kedua matanya, aku melihat mata Olivia saat itu nampak ada sebuah hasrat dan kerinduan yang selama ini terpendam karena dia sudah lama tidak dijama oleh Pria. Tidak kusangka ternyata Olivia saat itu menutup pintu kamarku. Tanpa banyak bicara, aku-pun aku tahu maksud Olivia, lalu akupun meladeni olivia dengan penuh gairah.

Mulailah aku meraih tangan Olivia, tanpa perlawanan Olivia, kemudian kami-pun saling berciuman. Benar-benar agresif dan liar wanita cantik ini. Belum lagi aku mampu berbuat lebih banyak, ternyata dia menyambar handuk yang kukenakan. Setelah handukuku terbuka, Olivia-pun melihat Penisku yang sudah setengah berdiri itu. Tanpa basa-basi, dia menyambar Penisku serta meremas-remasnya.

“ Ssss… Aghhh… nikmat sekali Liv… terus Liv… Aghhh… “, desahku.

Ternyata desahanku itu mengundang gairahnya untuk berbuat lebih jauh dan lebih liar lagi. Lalu tiba-tiba dia berjongkok, dan melumat Penisku begitu saja,

“ Oughhh… Ssss… Aghhh….. … Nikmmaat… “, desahku lagi.

Olivia sangat mahir sekali melakukan itu, dia seperti tidak memberikan kesempatan kepadaku untuk bertanya. Dengan semangat, dia terus mengulum dan mengocok Penisku. Aku terus dibuai dengan sejuta kenikmatan. Sambil terus mengocok, mulutnya terus melumat dan memaju-mundurkan kepalanya.

“ Oughhh… aduhh… ”,

Akhirnya hampir 12 menit aku merasakan ada sesuatu yang mendesak hendak keluar dari Penisku.

“ Oughhh… tahann… Ssss… Aghhh… aku mau kkeluaar… Liv… Aghhhh…. ”, rintihku menuju klimaks.

Karena memang kuluman Olivia sangatlah mahir dan liar, tidak lama setelah itu,

“ Crottt… Crottt… Crottt… ”

Tersemburlah spermaku ke dalam mulutnya. Sambil terus mengocok dan mengulum kepala Penisku, Olivia berusaha membersihkan segala mani yang masih tersisa. Aku merasakan nikmat yang luar biasa. Olivia tersenyum. Lalu aku mencium bibirnya. Kami berciuman kembali. Lidahnya terus dimasukkan ke dalam mulutku. Aku sambut dengan mengulum dan menghisap lidahnya.

Perlahan-lahan Penisku bangkit kembali. Kemudian, tanpa kuminta, Olivia melepaskan seluruh pakaiannya termasuk bra dan CDnya. Mataku tak berkedip. Buah payudaranya yang montok berwarna putih mulus dengan puting yang kemerahan terasa menantang untuk kulumat. Kuremas-remas lembut payudaranya yang semakin bengkak.

“ Oughhhh… Teruss Nang… Teruss… “, desahnya.

Kuhisap-hisap pentilnya yang mengeras, sementara tangan kiriku menelusuri pangkal pahanya. Akhirnya aku berhasil meraih belahan yang berada di celah-celah pahanya. Tanganku mengesek-geseknya. Desahan kenikmatan semakin melenguh dari mulutnya. Kemudian ciumanku beralih ke perut dan terus ke bawah pusar. Aku membaringkan tubuhnya ke kasur.

Tanpa diperintah, kusibakkan pahanya. Aku melihat vaginanya berwarna merah muda dengan rumput-hitam yang tidak begitu tebal. Dengan penuh nafsu, aku menciumi Vaginanya dan kujilati seluruh bibir Vaginanya.

“ Oughhh… teruss… Nang… Aduhh… Nikmat…”, ucap Olivia menikmati jilatanku.

Aku terus mempermainkan klitorisnya yang lumayan besar. Seperti orang yang sedang mengecup bibir, bibirku merapat dibelahan vaginanya dan kumainkan lidahku yang terus berputar-putar di kelentitnya seperti cacing kepanasan,

“ Nang… Oughhh… terus sayang… Ssss… Aghhh… “,

Desah kenikmatan yang keluar dari mulutnya, semakin membuatku bersemangat. Kusibakkan bibir kemaluannya tanpa menghentikkan lidah dan sedotanku beraksi.

“ Sruppp…Sruppp… “, , suara sedotaku di Vaginanya.

Seiring dengan liarnya lidahku memainkan Klitorisnya, dia,

“ Oughhh… Nikmat… Teruss… Teruss…”, teriakannya semakin merintih.

Tiba-tiba dia menekankan kepalaku ke Vaginanya, kuhisap kuat lubang Vaginanya. Ia mengangkat pinggul, cairan lendir yang keluar dari Vaginanya semakin banyak.

“ Ughhh… Ssss… Aghhh… A… aa… aku… keluuaarr… sayang… oughhh… “, , ucapnya menuju klimaks.
Selengkapnya>>>

claudia agnesia

Posts : 12
Join date : 2018-01-11

View user profile

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum